Minggu, 25 November 2012

Proses-proses Sosial dan Interaksi Sosial


Makalah Interaksi Sosial dan Pendidikan sebagai Proses Sosial Budaya

BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Interaksi sosial adalah hubungan timbal balik antara individu dengan individu, individu dengan kelompok dan antara kelompok dengan kelompok.
Interaksi sosial merupakan proses komunikasi diantara orang-orang untuk saling mempengaruhi perasaan, pikiran dan tindakan.
Interaksi sosial akan berlangsung apabila seorang individu melakukan tindakan dan dari tindakan tersebut menimbulkan reaksi individu yang lain. Interaksi sosial terjadi jika dua orang atau lebih saling berhadapan, bekerja sama, berbicara, berjabat tangan atau bahkan terjadi persaingan dan pertikaian.
Pendidikan adalah suatau proses pengembangan kepribadian. VISI pendidikan nasional adalah terwujudnya sistem pendidikan sebagai pranata sosial yang kuat dan berwibawa untuk memberdayakan semua warga negara Indonesia berkembang menjadi manusia yang berkualitas sehingga mampu dan proaktif menjawab tantangan zaman yang selalu berubah. Untuk menggapai tercapainya visi ini, ditetapkan serangkaian prinsip penyelenggaraan pendidikan untuk dijadikan landasan dalam pelaksanaan reformasi pendidikan. Salah satu prinsip yang ditetapkan adalah pendidikan diselenggarakan sebagai proses pembudayaan dan pemberdayaan peserta didik yang berlangsung sepanjang hayat. Sosial dan budaya adalah dua hal yang tidak dapat dipisahkan. Struktur sosial masyarakat dan kebudayaan adalah suatu konteks, suatu lingkungan dan segala sesuatu yang berada di dalamnya akan dapat dimengerti.
B. Ruang Lingkup Masalah
Ruang lingkup masalah pada makalah ini adalah:
1. Mengetahui pengertian interaksi sosial.
2. Mengetahui syarat-syarat terjadinya interaksi sosial.
3. Mengetahui bentuk-bentuk interaksi sosial.
4. Mengetahui esensi pendidikan sebagi proses sosial budaya.







BAB II
PEMBAHASAN
A. Proses Sosial dan Interaksi Sosial
Proses sosial adalah cara-cara berhubungan yang dilihat apabila orang-perorangan dan kelompok-kelompok sosial saling bertemu dan menentukan sistem serta bentu-bentuk hubungan tersebut atau apa yang akan terjadi apabila ada perubahan-perubahan yang menyebabkan goyahnya pola-pola kehidupan yang terlah ada. Proses sosial dapat diartikan sebagai pengaruh timbal-balik antara pelbagai segi kehidupan bersama, misalnya pengaruh-mempengaruhi antara sosial dengan politik, politik dengan ekonomi, ekonomi dengan hukum, dst. Interaksi sosial merupakan kunci dari semua kehidupan sosial, karena tanpa interkasi sosial tak akan mungkin ada kehidupan bersama.


1. Interaksi Sosial sebagai Faktor Utama dalam Kehidupan Sosial
Bentuk umum proses sosial adalah interaksi sosial karena interaksi sosial merupakan syarat utama terjadinya aktivitas-aktivitas sosial. Interaksi sosial merupakan hubungan-hubungan sosial yang dinamis yang menyangkut hubungan antara orang-orang perorangan, antara kelompok-kelompok manusia, maupun antara orang perorangan dengan kelompok manusia. Interaksi sosial antara kelompok-kelompok manusia terjadi anatra kelompok tersebut sebagai suatu kesatuan dan biasanya tidak menyangkut pribadi anggota-anggotanya.
Berlangsungnya suatu proses interaksi didasarkan pada berbagai faktor :
a. Imitasi. Salah satu segi positifnya adalah bahwa imitasi dapat mendorong seseorang untuk mematuhi kaidah-kaidah dan nilai-nilai yang berlaku
b. Sugesti. Faktor sugesti berlangsung apabila seseorang memberi suatu pandangan atau suatu sikap yang berasal dari dirinya yang kemudian diterima oleh pihak lain.
c. Identifikasi. Identifikasi sebenarnya merupakan kecenderungan atau keinginan dalam diri seseorang untuk menjadi sama dengan pihak lain. Identifikasi sifatnya lebih mendalam daripada imitasi, karena kepribadian seseorang dapat terbentuk atas dasar proses ini.
d. Proses simpati. Sebenarnya merupakan suatu proses dimana seseorang merasa tertarik pada pihak lain. Di dalam proses ini perasaan memegang peranan yang sangat penting, walaupun dorongan utama pada simpati adalah keinginan untuk memahami pihak lain dan untuk bekerja sama dengannya.
2. Syarat-syarat Terjadinya Interaksi Sosial
Interaksi sosial merupakan hubungan sosial yang dinamis, menyangkut hubungan antara individu, antara kelompok maupun antara individu dengan kelompok. Dua Syarat terjadinya interaksi sosial :
a. Adanya kontak sosial (social contact), yang dapat berlangsung dalam tiga bentuk. Yaitu antarindividu, antarindividu dengan kelompok, antarkelompok. Selain itu, suatu kontak dapat pula bersifat langsung maupun tidak langsung. Kontak sosial yang bersifat positif mengarah pada suatu kerja sama, sengangkan yang bersifat negatif mengarah pada suatu pertentangan atau bahkan sama seali tidak menghasilkan suatu interaksi sosial. Suatu kontak dapat bersifat primer atau sekunder. Kontak perimer terjadi apabila yang mengadakan hubungan langsung bertemu dan berhadapan muka. Kontak sekunder memerlukan suatu perantara. Sekunder dapat dilakukan secara langsung.
b. Adanya Komunikasi, yaitu seseorang memberi arti pada perilaku orang lain, perasaan-perassaan apa yang ingin disampaikan orang tersebut. Orang yang bersangkutan kemudian memberi reaksi terhadap perasaan yang ingin disampaikan oleh orang tersebut. Dengan adanya komunikasi tersebut, sikap-sikap dan perasaan suatu kelompok manusia atau perseorangan dapat diketahui oleh kelompok lain atau orang lainnya. Hal itu kemudian merupakan bahan untuk menentukan reaksi apa yang dilakukannya.
3. Bentuk-bentuk Interaksi Sosial
Gillin dan Gillin mengadakan penggolongan bentuk interaksi sosial. Menurut mereka, ada dua macam proses sosial yang timbul sebagai akibat adanya interaksi sosial :
a. Proses-proses yang Asosiatif
(1) Kerja Sama (Cooperation)
Suatu usaha bersama antara orang perorangan atau kelompok manusia untuk mencapai suatu atau beberapa tujuan bersama. Bentuk kerja sama tersebut berkembang apabila orang dapat digerakan untuk mencapai suatu tujuan bersama dan harus ada kesadaran bahwa tujuan tersebut di kemudian hari mempunyai manfaat bagi semua. Juga harus ada iklim yang menyenangkan dalam pembagian kerja serta balas jasa yang akan diterima. Dalam perkembangan selanjutnya, keahlian-keahlian tertentu diperlukan bagi mereka yang bekerja sama supaya rencana kerja samanya dapat terlaksana dengan baik.
Kerja sama timbul karena orientasi orang-perorangan terhadap kelompoknya (yaitu in-group-nya) dan kelompok lainya (yang merupakan out-group-nya). Kerja sama akan bertambah kuat jika ada hal-hal yang menyinggung anggota/perorangan lainnya.
Fungsi Kerjasama digambarkan oleh Charles H.Cooley ”kerjasama timbul apabila orang menyadari bahwa mereka mempunyai kepentingan-kepentingan yang sama dan pada saat yang bersamaan mempunyai cukup pengetahuan dan pengendalian terhadap diri sendiri untuk memenuhi kepentingan-kepentingan tersebut; kesadaran akan adanya kepentingan-kepentingan yang sama dan adanya organisasi merupakan fakta-fakta penting dalam kerjasama yang berguna”
Dalam teori-teori sosiologi dapat dijumpai beberapa bentuk kerjasama yang biasa diberi nama kerja sama (cooperation). Kerjasama tersebut lebih lanjut dibedakan lagi dengan :
a) Kerjasama Spontan (Spontaneous Cooperation): Kerjasama yang sertamerta.
b) Kerjasama Langsung (Directed Cooperation): Kerjasama yang merupakan hasil perintah atasan atau penguasa.
c) Kerjasama Kontrak (Contractual Cooperation): Kerjasama atas dasar tertentu.
d) Kerjasama Tradisional (Traditional Cooperation): Kerjasama sebagai bagian atau unsur dari sistem sosial.
Ada 5 bentuk kerjasama :
a) Kerukunan yang mencakup gotong-royong dan tolong menolong.
b) Bargaining, yaitu pelaksana perjanjian mengenai pertukaran barang-barang dan jasa-jasa antara 2 organisasi atau lebih.
c) Kooptasi (cooptation), yakni suatu proses penerimaan unsur-unsur baru dalam kepemimpinan atau pelaksanaan politik dalam suatu organisasi sebagai salah satu cara untuk menghindari terjadinya kegoncangan dalam stabilitas organisasi yang bersangkutan.
d) Koalisi (coalition), yakni kombinasi antara dua organisasi atau lebih yang mempunyai tujuan-tujuan yang sama. Koalisi dapat menghasilkan keadaan yang tidak stabil untuk sementara waktu karena dua organisasi atau lebih tersebut kemungkinan mempunyai struktut yang tidak sama antara satu dengan lainnya. Akan tetapi, karenamaksud utama adalah untuk mencapat satu atau beberapa tujuan bersama, maka sifatnnya adalah kooperatif.
e) Joint venture, yaitu erjasama dalam pengusahaan proyek-proyek tertentu, misalnya pengeboran minyak, pertambangan batubara, perfilman, perhotelan, dst.
(2) Akomodasi (Accomodation)
Istilah Akomodasi dipergunakan dalam dua arti : menujuk pada suatu keadaan dan untuk menujuk pada suatu proses. Akomodasi menunjuk pada keadaan, adanya suatu keseimbangan dalam interaksi antara orang-perorangan atau kelompok-kelompok manusia dalam kaitannya dengan norma-norma sosial dan nilai-nilai sosial yang berlaku dalam masyarakat. Sebagai suatu proses akomodasi menunjuk pada usaha-usaha manusia untuk meredakan suatu pertentangan yaitu usaha-usaha manusia untuk mencapai kestabilan.
Menurut Gillin dan Gillin, akomodasi adalah suatu perngertian yang digunakan oleh para sosiolog untuk menggambarkan suatu proses dalam hubungan-hubungan sosial yang sama artinya dengan adaptasi dalam biologi. Maksudnya, sebagai suatu proses dimana orang atau kelompok manusia yang mulanya saling bertentangan, mengadakan penyesuaian diri untuk mengatasi ketegangan-ketegangan. Akomodasi merupakan suatu cara untuk menyelesaikan pertentangan tanpa menghancurkan pihak lawan sehingga lawan tidak kehilangan kepribadiannya. Tujuan Akomodasi dapat berbeda-beda sesuai dengan situasi yang dihadapi, yaitu:
a) Untuk mengurangi pertentangan antara orang atau kelompok manusia sebagai akibat perbedaan paham.
b) Mencegah meledaknya suatu pertentangan untuk sementara waktu atau secara temporer.
c) Memungkinkan terjadinya kerjasama antara kelompok sosial yang hidupnya terpisah akibat faktor-faktor sosial psikologis dan kebudayaan, seperti yang dijumpai pada masyarakat yang mengenal sistem berkasta.
d) Mengusahakan peleburan antara kelompok sosial yang terpisah.
Bentuk-bentuk Akomodasi
a) Corecion, suatu bentuk akomodasi yang prosesnya dilaksanakan karena adanya paksaan.
b) Compromise, bentuk akomodasi dimana pihak-pihak yang terlibat saling mengurangi tuntutannya agar tercapai suatu penyelesaian terhadap perselisihan yang ada.
c) Arbitration, Suatu cara untuk mencapai compromise apabila pihak-pihak yang berhadapan tidak sanggup mencapainya sendiri.
d) Conciliation, suatu usaha untuk mempertemukan keinginan-keinginan dari pihak-pihak yang berselisih demi tercapainya suatu persetujuan bersama.
e) Toleration, merupakan bentuk akomodasi tanpa persetujuan yang formal bentuknya.
f) Stalemate, suatu akomodasi dimana pihak-pihak yang bertentangan karena mempunyai kekuatan yang seimbang berhenti pada satu titik tertentu dalam melakukan pertentangannya.
g) Adjudication, penyelesaian perkara atau sengketa di pengadilan.
Hasil-hasil Akomodasi
a) Akomodasi dan Intergrasi Masyarakat. Akomodasi dan intergrasi masyarakat telah berbuat banyak untuk menghindarkan masyarakat dari benih-benih pertentangan laten yang akan melahirkan pertentangan baru.
b) Menekankan Oposisi. Sering kali suatu persaingan dilaksanakan demi keuntungan suatu kelompok tertentu dan kerugian bagi pihak lain.
c) Koordinasi berbagai kepribadian yang berbeda.
d) Perubahan lembaga kemasyarakatan agar sesuai dengan keadaan baru atau keadaan yang berubah.
e) Perubahan-perubahan dalam kedudukan.
f) Akomodasi membuka jalan ke arah asimilasi. Dengan adanya proses asimilasi, para pihak lebih saling mengenal dan dengan timbulnya benih-benih toleransi mereka lebih mudah untuk saling mendekati.
(3) Asimilasi (Assimilation)
Asimilasi merupakan proses sosial dalam taraf lanjut. Ia ditandai dengan adanya usaha-usaha mengurangi perbedaan-perbedaan yang terdapat antara orang-perorangan atau kelompok-kelompok manusia dan juga meliputi usaha-usaha untuk mempertinggi kesatuan tindak, sikap, dan proses-proses mental dengan memerhatikan kepentingan dan tujuan bersama.
Proses Asimilasi timbul bila ada :
a) Kelompok-kelompok manusia yang berbeda kebudayaannya.
b) Orang-perorangan sebagai warga kelompok tadi saling bergaul secara langsung dan intensif untuk waktu yang lama sehingga.
c) Kebudayaan-kebudayaan dari kelompok-kelompok manusia tersebut masing-masing berubah dan saling menyesuaikan diri.
Beberapa bentuk interaksi sosial yang memberi arah ke suatu proses asimilasi (interaksi yang asimilatif) bila memiliki syarat-syarat berikut ini:
a) Interaksi sosial tersebut bersifat suatu pendekatan terhadap pihak lain, dimana pihak yang lain tadi juga berlaku sama.
b) Interaksi sosial tersebut tidak mengalami halangan-halangan atau pembatasan-pembatasan.
c) Interaksi sosial tersebut bersifat langsung dan primer.
d) Frekuaensi interaksi sosial tinggi dan tetap, serta ada keseimbangan antara pola-pola tersebut. Artinya, stimulan dan tanggapan-tanggapan dari pihak-pihak yang mengadakan asimilasi harus sering dilakukan dan suatu keseimbangan tertentu harus dicapai dan dikembangankan.
Faktor-faktor yang dapat mempermudah terjadinya suatu asimilasi adalah :
a) Toleransi.
b) Kesempatan-kesempatan yang seimbang di bidang ekonomi.
c) Sikap menghargai orang asing dan kebudayaannya.
d) Sikap tebuka dari golongan yang berkuasa dalam masyarakat.
e) Persamaan dalam unsur-unsur kebudayaan.
f) Perkawinan campuran (amaigamation).
g) Adanya musuh bersama dari luar.
Faktor umum penghalangan terjadinya asimilasi:
a) Terisolasinya kehidupan suatu golongan tertentu dalam masyarakat.
b) Kurangnya pengetahuan mengenai kebudayaan yang dihadapi dan sehubungan dengan itu seringkali menimbulkan faktor ketiga.
c) Perasaan takut terhadap kekuatan suatu kebudayaan yang dihadapi.
d) Perasaan bahwa suatu kebudayaan golongan atau kelompok tertentu lebih tinggi daripada kebudayaan golongan atau kelompok lainnya.
e) Dalam batas-batas tertentu, perbedaan warna kulit atau perbedaan ciri-ciri badaniah dapat pula menjadi salah satu penghalang terjadinya asimilasi.
f) In-Group-Feeling yang kuat menjadi penghalang berlangsungnya asimilasi. In Group Feeling berarti adanya suatu perasaan yang kuat sekali bahwa individu terikat pada kelompok dan kebudayaan kelompok yang bersangkutan.
g) Gangguan dari golongan yang berkuasa terhadap minoritas lain apabila golongan minoritas lain mengalami gangguan-gangguan dari golongan yang berkuasa.
h) Faktor perbedaan kepentingan yang kemudian ditambah dengan pertentangan-pertentangan pribadi.
Asimilasi menyebabkan perubahan-perubahan dalam hubungan sosial dan dalam pola adat istiadat serta interaksi sosial. Proses yang disebut terakhir biasa dinamakan akulturasi. Perubahan-perubahan dalam pola adat istiadat dan interaksi sosial kadangkala tidak terlalu penting dan menonjol.
b. Proses Disosiatif
Proses disosiatif sering disebut sebagai oppositional proccesses, yang persis halnya dengan kerjasama, dapat ditemukan pada setiap masyarakat, walaupun bentuk dan arahnya ditentukan oleh kebudayaan dan sistem sosial masyarakat bersangkutan. Oposisi dapat diartikan sebagai cara berjuang melawan seseorang atau sekelompok manusia untuk mencapai tujuan tertentu. Pola-pola oposisi tersebut dinamakan juga sebagai perjuangan untuk tetap hidup (struggle for existence). Untuk kepentingan analisis ilmu pengetahan, oposisi proses-proses yang disosiatif dibedakan dalam tiga bentuk, yaitu :
(1) Persaingan (Competition)
Persaingan atau competition dapat diartikan sebagai suatu proses sosial dimana individu atau kelompok manusia yang bersaing mencari keuntungan melalui bidang-bidang kehidupan yang pada suatu masa tertentu menjadi pusat perhatian umum (baik perseorangan maupun kelompok manusia) dengan cara menarik perhatian publik atau dengan mempertajam prasangka yang telah ada tanpa mempergunakan ancaman atau kekerasan. Persaingan mempunya dua tipe umum :
a) Bersifat Pribadi: Individu, perorangan, bersaing dalam memperoleh kedudukan. Tipe ini dinamakan rivalry.
b) Bersifat Tidak Pribadi: Misalnya terjadi antara dua perusahaan besar yang bersaing untuk mendapatkan monopoli di suatu wilayah tertentu.
Bentuk-bentuk persaingan :
a) Persaingan ekonomi: timbul karena terbatasnya persediaan dibandingkan dengan jumlah konsumen.
b) Persaingan kebudayaan: dapat menyangkut persaingan bidang keagamaan, pendidikan, dst.
c) Persaingan kedudukan dan peranan: di dalam diri seseorang maupun di dalam kelompok terdapat keinginan untuk diakui sebagai orang atau kelompok yang mempunyai kedudukan serta peranan terpandang.
d) Persaingan ras: merupakan persaingan di bidang kebudayaan. Hal ini disebabkan krn ciri-ciri badaniyah terlihat dibanding unsur-unsur kebudayaan lainnya.
Persaingan dalam batas-batas tertentu dapat mempunyai beberapa fungsi :
a) Menyalurkan keinginan individu atau kelompok yang bersifat kompetitif.
b) Sebagai jalan dimana keinginan, kepentingan serta nilai-nilai yang pada suatu masa medapat pusat perhatian, tersalurkan dengan baik oleh mereka yang bersaing.
c) Sebagai alat untuk mengadakan seleksi atas dasar seks dan sosial. Persaingan berfungsi untuk mendudukan individu pada kedudukan serta peranan yang sesuai dengan kemampuannya.
d) Sebagai alat menyaring para warga golongan karya (fungsional).
Hasil suatu persaingan terkait erat dengan pelbagai faktor berikut ini:
a) Kerpibadian seseorang.
b) Kemajuan. Persaingan akan mendorong seseorang untuk bekerja keras dan memberikan sahamnya untuk pembangunan masyarakat.
c) Solidaritas kelompok. Persaingan yang jujur akan menyebabkan para individu akan saling menyesuaikan diri dalam hubungan-hubungan sosialnya hingga tercapai keserasian.
d) Disorganisasi. Perubahan yang terjadi terlalu cepat dalam masyarakat akan mengakibatkan disorganisasi pada struktur sosial.
(2) Kontraversi (Contravetion)
Kontravensi pada hakikatnya merupakan suatu bentuk proses sosial yang berada antara persaingan dan pertentangan atau pertikaian. Bentuk kontraversi menurut Leo von Wiese dan Howard Becker ada 5:
a) Yang umum meliputi perbuatan seperti penolakan, keenganan, perlawanan, perbuatan menghalang-halangi, protes, gangguang-gangguan, kekerasan, pengacauan rencana.
b) Yang sederhana seperti menyangkal pernyataan orang lain di muka umum, memaki-maki melalui surat selebaran, mencerca, memfitnah, melemparkan beban pembuktian pada pihak lain, dst.
c) Yang intensif, penghasutan, menyebarkan desas desus yang mengecewakan pihak lain.
d) Yang rahasia, mengumumkan rahasian orang, berkhianat.
e) Yang taktis, mengejutkan lawan, mengganggu dan membingungkan pihak lain.
Contoh lain adalah memaksa pihak lain menyesuaikan diri dengan kekerasan, provokasi, intimidasi, dst. Menurut Leo von Wiese dan Howard Becker ada 3 tipe umum kontravensi :
a) Kontraversi generasi masyarakat: lazim terjadi terutama pada zaman yang sudah mengalami perubahan yang sangat cepat.
b) Kontraversi seks: menyangkut hubungan suami dengan istri dalam keluarga.
c) Kontraversi parlementer: hubungan antara golongan mayoritas dengan golongan minoritas dalam masyarakat.baik yang menyangkut hubungan mereka di dalam lembaga legislatif, keagamaan, pendidikan, dst.
Tipe Kontravensi :
a) Kontravensi antarmasyarakat setempat, mempunyai dua bentuk:
i. Kontavensi antarmasyarakat setempat yang berlainan (intracommunity struggle).
ii. Kontravensi antar golongan-golongan dalam satu masyarakat setempat (intercommunity struggle).
b) Antagonisme keagamaan.
c) Kontravensi Intelektual: sikap meninggikan diri dari mereka yang mempunyai latar belakang pendidikan yang tinggi atau sebaliknya.
d) Oposisi moral: erat hubungannya dengan kebudayaan.
(3) Pertentangan (Pertikaian atau conflict)
Pribadi maupun kelompok menydari adanya perbedaan-perbedaan misalnya dalam ciri-ciri badaniyah, emosi, unsur-unsur kebudayaan, pola-pola perilaku, dan seterusnya dengan pihak lain. Ciri tersebut dapat mempertajam perbedaan yang ada hingga menjadi suatu pertentangan atau pertikaian.
Sebab musabab pertentangan adalah :
a) Perbedaan antara individu
b) Perbedaan kebudayaan
c) Perbedaan kepentingan
d) Perubahan sosial.
Pertentangan dapat pula menjadi sarana untuk mencapai keseimbangan antara kekuatan-kekuatan dalam masyarakat. Timbulnya pertentangan merupakan pertanda bahwa akomodasi yang sebelumnya telah tercapai.
Pertentangan mempunyai beberapa bentuk khusus:
a) Pertentangan pribadi.
b) Pertentangan Rasial: dalam hal ini para pihak akan menyadari betapa adanya perbedaan antara mereka yang menimbulkan pertentangan.
c) Pertentangan antara kelas-kelas sosial : disebabkan karena adanya perbedaan kepentingan.
d) Pertentangan politik: menyangkut baik antara golongan-golongan dalam satu masyarakat, maupun antara negara-negara yang berdaulat.
e) Pertentangan yang bersifat internasional: disebabkan perbedaan-perbedaan kepentingan yang kemudian merembes ke kedaulatan negara.
Akibat-akibat bentuk pertentangan:
a) Tambahnya solidaritas in-group.
b) Apabila pertentangan antara golongan-golongan terjadi dalam satu kelompok tertentu, akibatnya adalah sebaliknya, yaitu goyah dan retaknya persatuan kelompok tersebut.
c) Perubahan kepribadian para individu.
d) Hancurnya harta benda dan jatuhnya korban manusia.
e) Akomodasi, dominasi, dan takluknya salah satu pihak.
B. Pendidikan sebagai Proses Sosial Budaya
Pendidikan adalah suatau proses pengembangan kepribadian. Salah satu prinsip yang ditetapkan adalah pendidikan diselenggarakan sebagai proses pembudayaan dan pemberdayaan peserta didik yang berlangsung sepanjang hayat.
Masyarakat Indonesia sangat heterogen secara sosial budaya. Sosial budaya antara masyarakat daerah satu berbeda dengan daerah lainnya. Hal tersebut dapat dikatakan sebagai kekhasan mereka. Perbedaan tersebut terlatak pada cara berfikir, bersikap, berperilaku, tingkat perkembangan mereka, dan respon mereka terhadap berbagai fenomena kehidupan internal dan eksternal. Untuk memperoleh informasi konteks sosio-kultural adalah mempelajari hasil-hasil kajian sosiologi dan antropologi umumnya dan sosioantropologi pendidikan khususnya. Seperti fenomena masyarakat dipelajari oleh berbagai disiplin ilmu : sosiologi, sejarah, ekonomi, demografi, antropologi, imu politik, dan psikologi sosial.
Pendidikan adalah suatu proses pewarisan nilai-nilai budaya yang dimiliki oleh suatu kelompok masyarakat. Dalam masyarakat berbudaya tulis sumber belajar selain tatap muka dalam pergaulan juga lewat tulisan dan lembaga pendidikan yang diusahakan seacara formal. Sekolah merupakan tempat kebudayaan, karena pada dasarnya proses belajar merupakan proses pembudayaan. Dalam hal ini, proses pembudayaan di sekolah adalah untuk pencapaian akademik siswa, untuk membudayakan sikap, pengetahuan, keterampilan dan tradisi yang ada dalam suatu komunitas budaya, serta untuk mengembangkan budaya dalam suatu komunitas melalui pencapaian akademik siswa.

Proses pembudayaan terjadi dalam bentuk pewarisan tradisi budaya dari satu generasi kepada generasi berikutnya, dan adopsi tradisi budaya oleh orang yang belum mengetahui budaya tersebut sebelumnya. Pewarisan tradisi budaya dikenal sebagai proses enkulturasi, sedangkan adopsi tradisi budaya dikenal sebagai proses akulturasi. Kedua proses tersebut berujung pada pembentukan budaya dalam suatu komunitas.
Proses pembudayaan enkulturasi biasanya terjadi secara informal dalam keluarga, komunitas budaya suatu suku, atau komunitas budaya suatu wilayah. Proses pembudayaan enkulturasi dilakukan oleh orang tua, atau orang yang dianggap senior terhadap anak-anak, atau terhadap orang yang dianggap lebih muda. Tata krama, adat istiadat, keterampilan suatu suku/keluarga biasanya diturunkan kepada generasi berikutnya melalui proses enkulturasi.
Sementara itu, proses akulturasi biasanya terjadi secara formal melalui pendidikan. Proses pembelajaran di sekolah merupakan proses pembudayaan yang formal atau proses akulturasi. Proses akulturasi bukan semata-mata transmisi budaya dan adopsi budaya, tetapi juga perubahan budaya. Seseorang yang tidak tahu, diberi tahu dan disadarkan akan keberadaan suatu budaya, kemudian orang tersebut mengadopsi budaya tersebut. Misalnya, seseorang yang pindah ke suatu tempat baru, kemudian mempelajari bahasa, budaya, kebiasaan dari masyarakat di tempat baru tersebut, lalu orang itu akan berbahasa dan berbudaya, serta melakukan kebiasaan sebagaimana masyarakat di tempat itu.
Segi-Segi Pendidikan Sebagai Gejala Sosial Kebudayaan
Yang dimaksud dengan segi-segi atau aspek-aspek pendidikan adalah arah tujuan atau sasaran yang diperhatikan dan dibina serta dijadikan pedoman dalam pelaksanaan segala aktivitas yang bersifat pendidikan yang sesuai dengan pandangan di atas.
Ada 10 segi pendidikan yang urutannya dapat diubah namun tidak dapat dikurangi untuk sesuai dengan kondisi dan situasi dimana pelaksanaan pendidikan akan dilaksanakan. Pemisahan salah satu dari kesepuluh tersebut tidak mungkin dan tidak dibenarkan tetapi hanya dibenarkan perbedaan dalam penekanan.
1. Pendidikan adalah pembinaan tingkah laku perbuatan.
Pendidikan merupakan proses pembinaan tingkah laku perbuatan agar anak belajar berpikir, berperasaan dan bertindak lebih sempurna dan baik dari pada sebelumnya. Untuk tujuan tersebut maka pendidikan diarahkan pada seluruh aspek pribadi meliputi jasmani, mental kerohanian dan moral. Sehingga akan tumbuh kesadaran pribadi dan bertanggung jawab akibat tingkat perbuatannya.
2. Pendidikan adalah pendidikan diri pribadi.
Lembaga pendidikan bertujuan mengembangkan diri dan selalu menggunakan daya kemampuan inisiatif dan aktivitasnya sesuai kata hatinya. Sehingga anak berkesempatan untuk belajar memikul tanggung jawab bagi kelangusngan pendidikan dan perkembangan pribadinya. Hal ini sesuai pernyataan Tagore bahwa pendidikan sebenarnya pendidikan diri sendiri atau diri pribadi (self education).
3. Pendidikan diperankan di berbagai pusat lembaga.
Tugas pendidikan adalah tugas yang harus dilaksanakan oleh lembaga atau badan pendidikan yang diakui dan diberi hak hidup serta dilindungi undang-undang. Dengan demikian disamping lembaga pendidikan sekolah (sebagai perantara, pemersatu serta mempertinggi usaha pendidikan) maka keluarga masyarakat juga menerima tugas kewajiban untuk mendidik manusia yang menjadi anggotanya.
4. Pendidikan diarahkan kepada keseluruhan aspek kebudayaan dan kepribadian.
Pendidik dan lembaga pendidikan harus mengakui kepribadian dan menggalang adanya kesatuan segala aspek kebudayaan, di sini manusia membutuhkan latihan dalam menggunakan kecerdasanya dan saling pengertian. Aspek-aspek kehidupan telah dirumuskan oleh Edward Springer sebagai:
Aspek intelek menghasilkan manusia teoretis, sosisal manusia pengabdi, estetis manusia seni, politik manusia kuasa, agama manusia kuasa dan ekonomi manusia manusia untung serta sebagai tambahan oleh Prof. A. Sigit aspek keluarga menjadikan manusia cinta kasih.
5. Pendidikan berlangsung sepanjang hidup (Life Proses).
Menurut Langeveld kewibawaan penting dalam pendidikan sehingga proses pendidikan dibatasi pada proses pendidikan dari mulai anak mulai mengerti dan mengakui kewibawaan samapai anak tunduk pada kewibawaannya sendiri yang bersumber dari kata hatinya.
6. Pendidikan adalah persiapan penyesuaian yang intelligent terhadap perubahan sosial.
Sifat pendidikan reflektif dan progresif harus meneruskan nilai kebudayaan dan mengantarkan anak didik pada alam kedewasaan serta membimbing ke arah kerja membangun masa depan. Untuk itu pendidik harus mengembangkan kesadaran bertanggung jawab dan turut serta dalam masyarakat.
7. Pendidikan harus mengabdi seluruh masyarakat.
Menurut sejarah perkembangannya, pendidikan mengalami 2 macam perkembangan, yaitu (1) pendidikan sebagai pengabdi kelas/golongan masyarakat, diperuntukkan untuk kepentingan sebgaian kecil masyarakat misalnya kolonial Belanda dan (2) pengabdi massa/segala lapisan masyarakat, diperuntukkan untuk demokrasi masyarakat tanpa beda kelas.
8. Pendidikan harus diarahkan kepembinaan cita-cita hidup yang luhur.
Bila pendidikan dimasukkan ke dalam tingkah laku perbuatan manusia maka pendidikan harus menyesuaikan diri dengan tujuan hidup manusia, selanjutnya tujuan hidup tersebut ditentukan oleh filsafat hidup yang dianut seseorang, maka tujuan pendidikan manusia harus bersumber pada filsafat hidup individu yang melaksanakan pendidikan. Tujuan pendidikan manusia tidak dapat terlepas dari tujuan hidup manusia yang didasarkan pada filsafat hidup tertentu.
9. Pendidikan Jiwa Nasionalisme seimbang dengan jiwa internasionalisme.
Pendidikan adalah pembinaan jiwa Nasionalisme yang sehat dan wajar, tidak menjurus Chauvinisme atau Internasionalisme yang melenyapkan jiwa Nasionalisme. Adanya masalah dan perbedaan paham-paham tersebut disebabkan 3 hal, yaitu : tetap adanya perang, adanya efek relatif kebahagian bangsa tertentu namun kesengsaraan bagi bangsa lainnya dan rasa kebersamaan pada bangsa-bangsa yang tertindas.
Pendidikan bertujuan mengusahakan perdamaian dan kesejahteraan dunia dan manusianya, untuk itu usaha-usaha yang mengarah ke sana adalah : pembinaan jiwa yang saling kerjasama antar bangsa, penghilangan nasionalisme yang sempit, peniadaan doktrin superioritas dan inferioritas ras, pengembangan sikap positif atas kerja sama, pembinaan politik luar negeri dalam prinsip konsultasi dan kooperatif, peningkatan taraf mental pendidikan manusia serta pembinaan penghormatan tata hidup yang berasaskan demokrasi individu, masyarakat dan anatar bangsa.
Hasil dari pembinaan di atas akan mewujudkan 3 kemungkinan, yaitu :
a. Komunisme Internasional, dengan bentuk terpimpin oleh negara super disikuti negara satelit
b. Organisasi Internasional, dengan peniadaan negara super dimana tata hubungan belandaskan prinsip demokrasi
c. Kerjasama Regional, bentuk kerjasama dalam wilayah dan tujuan tertentu.
10. Pendidikan agama unsur mutlak dalam pembinaan karakteristik dan bangsa.
Hal ini didasarkan atas pandangan bahwa agama merupakan unsur mutlak dan sumber dari kebudayaan, untuk itu pendidikan agama agar tidak diarahkan pada intelektualistis-verbalistis, sehingga menjadikan pendidikan agama sebagai dasar tata kehidupan manusia, pribadi, di sekolah maupun masyarakat.
Pendidikan agama tidak sama dengan etika, namun pendidikan pekerti tidak dapat dilepaskan dari agama sehingga dapat dikatakan kesusilaan yang diagamakan.
BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
1. Interaksi sosial adalah hubungan-hubungan sosial yang dinamis yang menyangkut hubungan antara orang-orang perorangan, antara kelompok-kelompok manusia, maupun antara orang perorangan dengan kelompok manusia.
2. Syarat-syarat terjadinya interaksi soisial adalah dengan adanya kontak sosial dan komunikasi.
3. Bentuk-bentuk interaksi sosial meliputi proses asosiatif (kerja sama, akomodasi, dan asimilasi) dan disosiatif (persaingan, kontravensi, dan pertentangan).
4. Pendidikan sebagai proses sosial budaya adalah usaha pembudayaan sekolah sebagai pranata sosial untuk untuk membudayakan sikap, pengetahuan, keterampilan dan tradisi yang ada dalam suatu komunitas budaya, serta untuk mengembangkan budaya dalam suatu komunitas melalui pencapaian akademik siswa dengan pemaksimalan 10 segi pendidikan yang harus dilaksanakan secara lengkap, yaitu:
a. Pendidikan adalah pembinaan tingkah laku perbuatan.
b. Pendidikan adalah pendidikan diri pribadi.
c. Pendidikan diperankan di berbagai pusat lembaga.
d. Pendidikan diarahkan kepada keseluruhan aspek kebudayaan dan kepribadian.
e. Pendidikan berlangsung sepanjang hidup (life proses).
f. Pendidikan adalah persiapan penyesuaian yang intelligent terhadap perubahan sosial.
g. Pendidikan harus mengabdi seluruh masyarakyat.
h. Pendidikan harus diarahkan kepembinaan cita-cita hidup yang luhur.
i. Pendidikan jiwa nasionalisme seimbang dengan jiwa internasionalisme.
j. Pendidikan agama unsur mutlak dalam pembinaan karakteristik dan bangsa.














DAFTAR PUSTAKA
Anonim. 2008. Interaksi sebagai Proses Sosial. (Online), (http://id.shvoong.com/social-sciences/sociology/1809953-interaksi-sebagai-proses-sosial/, diakses pada 6 Maret 2010).
Anonim. 2010. Pendidikan sebagai Proses Sosial Budaya. (Online), (http://tentangkomputerkita.blogspot.com/2010/01/pendidikan-sebagai-proses-sosial-budaya.html, diakses pada 6 Maret 2010).
Nanath. 2008. Proses Sosial dan Interaksi Sosial. (Online), (http://kuliahkomunikasi.com/2008/06/proses-sosial-dan-interaksi-sosial/, diakses pada 6 Maret 2010).
Saifullah, Ali. (1982). Pendidikan-Pengajaran dan Kebudayaan: Pendidikan Sebagai Gejala Kebudayaan. Surabaya: Usaha Nasional.
Soekanto, Soerjono. 2006. Sosiologi Suatu Pengantar. Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada

Minggu, 08 Juli 2012

Celoteh Anak Muda

   Huaaa gak kerasa ya aku sama kamu udah mau 2 tahun aja (jadiannya) weleeeh ga nyangka bisa selama ini sama kamu nu... awalnya sih ga yakin bisa awet sama kamu, mungkin pas pertama kali jadian, kamu ngasih aku boraks kali ya, atauga formalin (semacam zat pengawet makanan) lhoo?
    Resmi nya 2 tahunan nanti yah tanggal 25 September 2012. haduuuh semoga pas 2 tahunan nanti kamu lagi ada di Bogor yah sayang. aku mau ajak kamu masak-masak lagi. Aku janji bakal masakin kamu yang enaaaaaaaaaak banget. huahahahaha (pede gilaaa).
   Oia aku bangga lho sama kamu, tauga kenapa aku bangga? yaaaa karena selama hampir 2 tahun ini kamunya ga pernah minta yang ''macem-macem'' (udah pada taukan macem-macem itu apa, ada kutipnya itu) hehehehe seneng deh pokoknya.
   Yaaa walaupun aku nya marah-marah terus sama kamu (tiap hari) tapi kamunya tetep aja ga pernah nanggepin kalo akunya lagi marah hahaha sialan kamu nu (tapi ada baiknya juga sih) aku jadi ga marah-marah lagi. kalau akunya lagi negatifan atau lagi aneh-aneh (minta putus) pasti kamunya lucu deh. hahahaha kamunya pura-pura ga ada masalah. ga nanggepin aku yang lagi (minta putus) misal, akunya lagi minta putus nih (lagi kesel tingkat kotamadya) eh kamu malah bales sms aku dengan tulisan yang bikin aku nya senyum-senyum (Halo sayang, kamu lagi apa? jangan lupa solat sm makan ya? aku sayang banget sama kamu omy) padahal itu aku nya lagi kesel sm kamu lho, lagi marah-marah. (minta putus) hahaha nu.. nuu.. aku tuh heran sama kamuu yah :D



hahaha banyak banget nih apa yang mau aku tulis sebenernya. tapi bingung harus mulai darimana. kurang sistematik aku nya kalo nulis. maaf nih kalo tulisannya acak-acakan gini..

   aku mau cerita dari awal aku bisa ketemu kamu aja deh yah.. haha panjang nih pasti kayak upil digulung-gulung. tapi biarin deh daripada aku nya ga ngapa-ngapain kan.. hahahaha aku mulai yah ceritanya.. begini lhooo...
   dulu, waktu aku kelas 2 SMA.. pertama kali nya kamu hubungin aku via sms.. bilang gini (ini Widya ya?) hahaha aku kaget tuh kaya dapet upil yang gede nya segede gundu. siapa nih yang sms. hahahaha (saking senengnya karena ga pernah ada yang smsin aku -____- hehehe. (ini Ibnu anak SMANDA) huaaaaaaaaaaaaaa.. kok anak SMANDA bisa nyasar sms ke nomer aku. (kaget lagi). abis kamu sms kamu kan Add FB aku tuh yaaah.. hahahahahahaha tauga sih pas pertama kali aku liat foto kamu aku tuh langsung gimana getoooooo.. hahahaha (lebay eh) apalagi pas tau kamu itu anak BAND hahaha (maklum bocah SMA masih labil kalo liat anak Band) hahahaha

  haduuuuh jadi jujur giniii.. hahahahaha oia tapi sempet minder waktu itu abis dulu aku sekolah dimana kamu sekolah dimana.. ya beda sekolah deh pokoknya.. hmmmm.. waktu itu sempet punya pikiran kalo aku sama kamu ga mungkin jadian.. ya, abis akunya dulu kan cupuuu banget dan aku waktu itu lagi puber-pubernya (jerawat dimana-dimana) jadi waktu itu aku memutuskan untuk tidak bertemu sama kamu sama sekali wuehehehehe.. makanya setiap kamu ngajak ketemuan aku nya ga pernah mau abis takut kamunya nyesel  liat aku :( kan foto-foto aku di FB cantik-cantik (efek kamera dan keahlian dalam mengedit foto di photoshop) padahal aslinya mah??? hmm.. jeyek :( jadi waktu itu memutuskan tidak akan mau ketemuan sama kamu. hahahaha..

  huhuhu karena setiap kali km ngajak aku ketemuan aku nya ga pernah mau, mungkin waktu itu kamu juga udah capek sama aku karena ga pernah mau diajak ketemuan. makanya waktu itu kamu memutuskan untuk tidak menghubungi aku selama berbulan-bulan (sedihnya) disaat kamu ga ngehubungi aku, kamu jadian sama adik kelas kamu ya disekolah kamu. (aku tau gara-gara sering kepoin FB kamu) tapi aneh kamu, masa udah punya pacar tapi deket sama banyak cewe (terbukti dari wall-wallan kamu sm cewe-cewe) hahahaha waktu aku kepoin FB kamu dalam hati aku bilang gini (ih.. untung ga sama Ibnu, menel ge ih) hahahahahah aku ga tau kenapa dulu kamu gitu (ya mungkin jaman-jamannya FB lagi ngetren kalinya, jadinya kamu kebawa-bawa) hahahahhahaha..

   Huhhh.. udah berbulan-bulan aku ga komunikasi sama kamu tuh smsan aja ga pernah yah waktu itu. tapi selama berbulan-bulan itu aku merawat diri lhoo. biar tampilan aku jadi lumayan hahaha.. 
   nah, kebetulan waktu itu tanggal 05 September 2010 kamu ulang tahun ya. yaudah aku ucapin aja lewat wall di FB hahaha.. eh malah keterusan wall-wallan sama kamu.. sampe akhirnya kita smsan lagi.. saat itu kamu udah putus sama adik kelas kamu. hahaha smsan aja sama kamu.. akhirnya kamu ngajak ketemuan (lagi) aku udah menduga nih.. soalnya udah hampir setahun kenal tapi ga pernah ketemu ya kita hahaha
disaat itu aku mau ketemuan sama kamu soalnya aku lagi merasa cantik (karena berbulan-bulan ngerawat diri) hahahaha (pede lo wid) yaudah tuh kita ketemuan di deket rumah si Tia. hahaha pas ketemuan kamunya salting abiiissssss.. hahahaha.. aku juga sih abis kamu rapih banget kaya mau kemana aja. hahaha abis ketemuan kita kerumah si Maria, soalnya kan malemnya aku harus nginep dirumah si Maria buat nemenin dia. yaudah pas sampe rumah Maria, kita ngobrol diteras depan rumah si Maria. hahahaha si Maria sama Tia didalem aja nonton TV sambil bercanda. aku sama kamu diluar ngobrol-ngbrol (sama-sama canggung) bla bla bla bla kita ngobrol panjang lebar dengan banyak embel-embel..
   disaat kamu mau pulang aku anterin kamu ke pintu gerbang rumah si Maria kan. Eh.... saat kamu mau balik, kamu malah menyatakan cinta (buset cepet amat, baru pertama kali ketemu udah bilang suka sm nembak aku) hahahaha (kata kamu soalnya ga mau keduluan sama orang lain, makanya saat itu juga kamunya nembak aku) hahaha lucu kamu sayangku.
   yaudah tuh yaah.. tanpa pikir panjang aku langsung terima kamu, abisnya aku sejak lama udah suka sm kamu, walaupun kita ga pernah ketemu waktu itu. hahahahaha

  jadian aja kita awalnya ga yakin banget sama kamu nu.. lama-lama yakin juga..
banyak banget cerita waktu kita jadian disaat itu.. banyaaaaaaaaaak banget pokonya, hehehe
huuuuuuuuuuuuuh.. ga kerasa udah kelas 3 SMA ya kita waktu itu.. udah berpikir mau terusin kemana. mau kuliah dimana. hm.. dulu sempet kita punya pikiran buat 1 kampus ya. jadi ga jauh-jauhan kita. hahahaha
   waktu itu kamu ikut SNMPTN undangan.. dan yang hasilnya kamu keterima di PTN dan PTN itu di UNDIP (kamu dapet jurusan Hukum) hebat sayang kamu :) heloooooo UNDIP itu di Semarang dan Semarang itu jauuuh dari Bogor :'( hemm.. kamu udah dapet PTN sementara aku belum jelas mau kuliah dimana. Ya ga lama setelah itu. aku memutuskan untuk kuliah di Depok di Universitas Gunadarma sehubung ada tante aku dibagian keuangan disana. makanya aku disuruh tante aku kuliah disitu, yaudah orang tua aku setuju aku kuliah disitu.
   hmm.. saat itu aku ga yakin aku bisa lanjut sama kamu seusai masa sekolah berakhir. hal yang buat aku ga yakin yaitu kita bakal pisah :'( aku tetep di Bogor sedangkan kamu harus di Semarang. hmm.. saat itu perasaan aku bener-bener campur aduk. ga kuat pas bayangin harus pisah sama kamu. karena selama kita jadian aku selalu ketergantungan sama kamu, kemana-mana sama kamu.. tapi nanti kalo kita udah mulai kuliah, aku sama siapa? nanti disana kamu ngapain aja, kamu selingkuh apa engga disana nantinya. (pikiran aku saat itu) bener-bener galau. TAPI.... kamu yakinin aku terus-menerus, kamu kuatin perasaan aku, kamu support aku buat ngejalanin hubungan jarak jauh gini. sampe-sampe kamu titip IJAZAH sama AKTE KELAHIRAN kamu yang ASLI ke aku. sebagai jaminan kamu ga bakal kemana-mana. kamu bilang begini ''bakar aja ijazah aku kalo aku selingkuh'' ASTAGAAAA!! disaat itu aku sadar. sadaaaar banget kalo kamu emang bener-bener serius sama aku. itu yang buat aku kuat sampe saat ini sayang. saat ini ijazah sm akte kamu masih aku simpen rapi lemari berkas-berkas penting hehehe.. bukan itu aja yang bikin aku kuat dan percaya buat jalanin hubungan sama kamu, tapi, perjuangan kamu buat pertahanin aku juga yang bikin aku kuat dan yakin nu (ga bisa disebutin perjuangannya itu apa karena itu menyangkut orang ke-3) hmm.. 

  Dan sampai saat ini aku masih sama kamuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuu :D

aaaah.. capek nya nulis sepanjang ini.. semoga bisa dicerna dengan baik tulisan aku ini hehehe sebenernya masih panjang lagi.. tapi berhubung sudah capek ya segitu aja deh nulisnya hehe dilanjut nanti-nanti..
Nu, aku sayang banget sama kamuuuuuuuuuuuuuuuu............


Jumat, 22 Juni 2012

INDONESIA :D

Ini karangan saya sendiri lho wahai pembaca yang budiman.. sekiranya kalau ada yang kurang mohon maaf yaa.. namanya juga masih dalam proses belajar merangkai kata-kata toh hehehe.. Monggo dibaca :


INDONESIA mendengarnya saja bulu roma di tubuh ku berdiri. Satu kata satu arti terdapat didalam kata Indonesia berjuta-juta  impian terdapat di kata Indonesia. Indonesia ku tanah air ku. Tempat aku dilahirkan. Berjuta-juta impian dan harapan terwujud saat aku mendengar kata Indonesia. Di Negri ini aku menggantungkan berbagai keinginan, harapan dan tujuan. Keinginan untuk menjadikan indonesia sebagai negara yang menciptakan kedamaian, ketentraman, kesejahteraan bagi semua kalangan. Baik itu kalangan dari lapisan bawah hingga lapisan atas, tidak memandang dengan jabatan, tahta, dan harta. Tapi melihat dengan nilai keadilan. Keadilan untuk semua masyarakat indonesia yang haus akan keadilan. Harapan agar indonesia lepas dari ketergantungan hutang-hutang dari negara lain, harapan agar indonesia mampu bersaing dengan negara-negara maju. Harapan agar terwujudnya nilai nasionalisme di masyarakat yang kian hari kian pudar karena adanya ideologi dari negara lain. Kemanakah saat ini ideologi bangsa Indonesia?? Apakah sudah terhapus?? Atau sudah tergantikan?? Kemanakah perginya Pancasila sebagai Ideologi bangsa Indonesia ini?? Sudah pudarkah nilai-nilai dan kaidah-kaidah yang terdapat di dalam Pancasila??  Apakah Pancasila hanya sebagai formalitas belaka saat upacara-upacara bendera dilaksanakan?? Tetapi tidak diterapkan di kehidupan?? Mungkin hanya kenyataan yang dapat menjawab semua pertanyaan-pertanyaan tersebut. Bagaimana bisa bangsa Indonesia menjadi bangsa yang besar jika Ideolog atau dasar negara nya saja sudah tidak diterapkan. Hanya sebagai formalitas belaka. Pilar-pilar negara Indonesia kini semakin hari semakin rapuh. Kemanakah nilai-nila Pancasila?? Nilai-nilai NKRI (Negara Kesatuan Republik Iindonesia)? Nilai-nilai UUD 1945?  Dan nilai-nilai Bhineka Tunggal Ika?? Apakah sudah habis termakan oleh waktu yang selalu berpihak dengan keegoisan dan keangkuhan. Runtuhnya rasa nasionalisme di dada masyarakat Indonesia yang tergantikan dengan rasa modernisasi. Mengapa generasi muda bangsa Indonesia tidak bisa mengangkat kembali PANCASILA sebagai dasar negara bangsa ini?? Kemanakah rasa nasionalisme tersebut?? Mungkin hanya waktu dan realita saat inilah yang mampu menjawab semua tanda tanya tersebut. Bangsa ini adalah bangsa yang besar. Bangsa Indonesia terdiri dari beranekaragaman suku bangsa, agama, bahasa, dan kepercayaan. Bangsa ini memiliki keanekaragaman sumber daya alam yang melimpah. Tetapi mengapa banyak pihak asing yang ikut turun tangan dalam mengelola sumber daya alam bangsa ini? Tak mampukah bangsa ini mengelola kekayaan bumi nya sendiri?  Apa dengan campur tangan pihak asing bangsa ini mendapat keuntungan? Mungkin jawabannya tidak! Karena sampai dengan saat ini bangsa ini belum dapat membawa masyarakat Indonesia kepada kesejahteraan, masyarakat Indonesia tidak dapat menikmati hasil kekayaan bangsa nya sendiri. Hanya pihak asing dan para penguasa negri inilah yang dapat menikmatinya. Mungkin kedengarannya tidak adil. Tapi begitulah realitanya. Ini adalah pekerjaan rumah pemerintah Indonesia yang sampai saat ini belum terselesaikan. Sampai kapankah akan seperti ini? Kapan masyarakat Indonesia bisa sedikit saja merasakan hasil kekayaan bangsa nya sendiri?  Mungkin tidak ada yang menjawab pertanyaan tersebut. Garis besarnya adalah bangsa Indonesia adalah bangsa yang besar, namun tidak akan besar dan bekembang tanpa menjungjung tinggi empat pilar bangsa ini, yaitu Pancasila, NKRI, UUD 1945 dan Bhineka Tunggal Ika. Empat pilar tersebut merupakan paradigma pembangunan bangsa Indonesia.

Kita WAJIB Bersyukur

17 Maret 2012


Tadi sepulang kuliah, Saya janjian sama mama di Margo, Saya berniat buat nyenengin mama hari ini, selagi ada rezeki buat traktir mama makan enak-enak biar tambah endut. Sesampainya di Margo Saya janjian sm mama di Solaria, sudah bertemu Saya menawarkan mama makan apa saja yg mama mau, akhirnya mama cuma pesen nasi goreng sm teh manis aja. Sedangkan Saya ga pesen apa-apa. Abis mama makan. Saya lanjut beli Pizza yang ukuran besar yang Blackpaper beef buat makan bareng sama orang dirumah, kurang puas, Saya masih beli donat J-Co sekotak besar, sehabis beli J-Co masih beli Breadtalk pula. Asataga! Hmmm.. Sudah puas belanja makanan untuk dibawa pulang, Saya sm mama memutuskan untuk cepat-cepat pulang ke rumah. Karena mama tidak membawa kendaraan, maka pulangnya kami naik angkutan umum. Di angkutan umum, ada 1 keluarga terdiri dari Bapaknya, ibunya, Kaka perempuan dan Adiknya yg masih berusia sekitar 10 tahun. Kalau dilihat dari cara berpakaian mereka tergolong biasa saja. Saya sm mama menenteng 3 bungkus Makanan enak dan lezat yg aromanya sampai keluar dari bungkusnya. Di dalam angkot anak kecil beserta keluarganya itu melihat ke arah belanjaan kami. Anak kecil itu bisik2 sm bapaknya. "pak kalo ada uang beli kaya gitu ya, yg bungkusnya kuning" gadis kecil berbisik ketelinga sang bapak. (saya mendengar bisikan gadis itu) bapaknya menjawab dgn wajah tanap ekspresi "iya, doain bapa aja, (sambil mengelus kepala anaknya) Tanpa pikir panjang, aku mengeluarkan 3 roti breadtalk kesukaan ku "ini adek mau ga?" dia malu2 tp akhirnya di ambil juga. Bapak sm ibunya bilang terima kasih gadi itu senyum2 sambil bilang "makasih kak" saat itu aku berpikir (Ya Allah, betapa banyak rizki yg Kau limpahkan ke keluargaku, aku bisa beli banyak makanan enak seperti ini, tapi masih banyak sodara2 ku yg belum pernah sama sekali merasakannya, terimakasih atas rizkiMu ini ya Rab) sedih banget disaat itu. suka merasa kurang aja, padahal masih banyak diluar sana yang lebih kurang dari keadaan kita. Saya sangat amat bersyukur sekarang! Dan harus lebih bersyukur seterusnya. Bismillah..

JAWA TIMUR PARK I

Saya ingin membahas tempat wisata yang sangat amat edukatif tempat wisata ini adalah Jatim Park 1, lebih ditujukan sebagai taman bermain, hiburan dan belajar, sedangkan Jatim Park 2 lebih kepada tempat belajar selain tempat bermain. Jatim Park saat ini sudah menjadi salah satu ikon wisata di Jawa Timur khususnya Kota Wisata Batu dan Malang Raya karena menyuguhkan berbagai macam wahana yang dirancang apik dan membuat pengunjung betah serasa berlama-lama di objek wisata yang satu ini.


 

Jawa Timur Park 1 yang lebih mengusung sebagai sarana bermain, hiburan, dan belajar mempunyai sekitar 36 wahana yang berbeda, Dan dijamin sob, pasti bakal ketagihan dan betah banget deh kalo masuk ke setiap wahana. Wahana tersebut diantaranya kolam renang yang besar dengan dilatarbelakangi Patung Ken Dedes, Ken Arok dan Empu Gandring, Drop Zone, Spinning Coaster, Roller Coaster, Jet Coaster, Rumah Hantu, dsb. Dan beberapa wahana belajar diantaranya yang paling favorit adalah Galeri Nusantara (Science Center Kimia dan Biologi) yang didalamnya terdapat berbagai macam display mulai tumbuhan, diorama binatang langka, miniatur candi serta tanaman-tanaman agro.

Sedangkan Jawa Timur Park 2 sendiri terdapat 3 objek yang dapat kita kunjungi, yaitu

1. Museum Satwa
2. Batu Secret Zoo
3. dan Pohon Inn Hotel


 

GEDUNG MUSEUM SATWA

Dimulai dari Museum Satwa. Museum Satwa ini merupakan salah satu objek wisata di Jatim Park 2 dimana sebagai wahana edukasi yang dimaksudkan agar pengunjung dapat melihat diorama-diorama hewan langka dari berbagai belahan dunia. Diorama yang dimaksud ini adalah satwa-satwa masa kini yang telah mati dan diawetkan sobat. Jadi pengawetan ini tidak sengaja diwetkan loh ya. Selain itu di Museum Satwa ini juga ada berbagai macam replika hewan-hewan purba seperti Ty-Rex, Stegosauurus, Mammoth, dan lain sebagainya. Dan juga yang ga boleh ketinggalan, di Museum Satwa ini juga banyak banget berbagai macam diorama serangga dari berbagai negara, seperti kupu-kupu, laba-laba, kumbang, dsb. Buat para pelajar yang pengen tau lebih banyak tentang flora dan fauna, tenang ada perpustakaan mini juga di Museum Satwa ini. Sangat edukatif dan menarik





GEDUNG BATU SECRET ZOO 

Nah, kalo Batu Secret Zoo ini adalah kebun binatang yang dirancang se apik dan se modern mungkin dan berbeda dengan kebun binatang yang biasa. Meskipun terbilang baru, Batu Secret Zoo menyuguhkan berbagai macam koleksi satwa yang langka dan ga kalah bagus sama yang ada di kebun binatang lain. Mulai dari burung, kita bisa memberi makan burung-burung parkit yang lucu-lucu. Hehe. Dan juga ada Tiger Land yang ga kalah seru juga, ada harimau putih, singa, dsb. Pokoknya kalo kita masuk Batu Secret Zoo itu kira-kira seperti diajak berpetualang lah. 


GEDUNG POHON INN HOTEL

Dan yang terakhir, Pohon Inn Hotel. Ini yang paling menarik di kawasan lokasi Jatim Park 2 sob. Kenapa menarik? Soalnya dimana lagi coba kita pernah ngerasain yang namanya menginap di Hotel yang berfasilitaskan restoran fast food berputar, bernuansa asli hutan, dan juga dikelilingi binatang hidup. Bayangin aja sob. Hehe…

Jadi kesimpulan dari 2 Wahana Wisata ini, kita bisa menikmati yang namanya berwisata sekaligus belajar. Jadi berwisata itu ada manfaatnya lho. Selain sebagai sarana refreshing untuk melepas penat yang ada (halah!) juga bermanfaat untuk menambah pengetahuan dan wawasan kita. Kalau boleh mengutip kata-kata dari si empu-nya yang punya Jatim Park, “Asyik Belajarnya… Puas Bermainnya…” Hehe…




Maju terus pariwisata Indonesia :)

Wisata ke Wendit Water Park

Saya ingin memperkenalkan tempat wisata Pemandian Wendit. Saya kesana sekitar tahun 2010 bersama keluarga besar saya yang berada di Malang. Tepatnya di Daerah Bululawang.


Siapa sih yang ga tau tempat wisata Pemandian Wendit? Tempat wisata ini dah lama ada, dan dahulu sempat terlupakan karena adanya tempat wisata yang sejenis bermunculan.

Patung Butho 

Kini Tempat Wisata Wendit mulai berbenah diri. Sekarang namanya adalah Wendit Water Park. Kalo kita dah lama ga kesana, pasti dah terkejut dengan penampilan baru Wendit ini.Wisata Wendit ini berlokasi di ± 4km dari pusat kota Malang, dan di sebelah kanan jalan Malang - Tumpang



.Kolam Arus 

Sekarang di Wendit, banyak sekali Wisata Air yang ada di sini. Mulai dari wisata kolam arus, water boom, sampai ke wisata perahu.

Tempatnya pun sekarang terlihat jauh lebih luas dan lebih asri. Oh iya, ada lagi yang spesial di Wendit ini, yaitu masih banyak monyet-monyet yang turun ke pengunjung, cuman sayang, pas Saya ke sana, monyet-monyet pada ga turun, katanya sih, takut karena rame banget. Yang pasti takut bukan karena tau Saya dateng lho yo.... Mungkin takut karena takut kesaingan ama pengunjung yang banyakitu kaleee.... hahhahahhaha...


Wisata Perahu 

Ok deh, Datang dan buktikan sendiri wisata ke Wendit ini. Pasti deh bisa refreshing dengan kepenatan pekerjaan. Kalo pengen menikmati dengan suasana nyantai, di usahakan ke Wendit jangan pas liburan panjang... Ampun deh.. Kalo liat kolamnya, ga kalah ama dawet.. hhahaahhaha saya sangat senaaaaang sekali berada disini karena udara disana sangat amat sejuk. airnya itu dingin banget kaya air dipegunungan hemm.. sayang sekali kalau kita ke Malang tidak mampir ketempat ini.. sangan amat rugi deh pokonyaa :D







Kolam di Wendit

1.GUNUNG BROMO

Gunung Bromo


Gunung Bromo merupakan salah satu tujuan wisata di Jawa Timur. Tempat wisata alam ini teretak di Taman Nasional Bromo Tengger Semeru di timur kota Malang, Jawa Timur. Pengunjungnya bukan hanya wisatawan lokal, bahkan banyak yang berasal dari luar negeri. dengan pemandangan yang khas membuat Bromo layak menjadi tujuan wisata. apa saja keistimewaan Bromo?


Dingin, begitulah yang Saya dirasakan saat pertama kali keluar dari mobil. Suhu disana mencapai 10 derajat bahkan sampai 0 derajat Celsius saat menjelang pagi. Maka, hendaknya mempersiapkan pakaian dingin, topi kupluk, sarung tangan, kaos kaki, syal untuk mengatasinya. Tapi, bila melupakan perlengkapan tersebut, ada banyak penjaja keliling yang menawarkan dagangannya berupa topi, sarung tangan, atau syal.


Melihat Matahari Terbit Bromo dari Pananjakan
Pengunjung biasa mengunjungi kawasan ini sejak dini hari dengan tujuan melihat terbitnya matahari. Untuk melihatnya, Saya harus menaiki Gunung Pananjakan yang merupakan gunung tertinggi di kawasan ini. Medan yang harus dilalui untuk menuju Gunung Pananjakan merupakan medan yang berat. Untuk menuju kaki Gunung Pananjakan, Saya harus melalui daerah yang menyerupai gurun yang dapat membuat Saya tersesat. Saat harus menaiki Gunung Pananjakan, jalan yang sempit dan banyak tikungan tajam tentu membutuhkan ketrampilan menyetir yang tinggi. Untuk itu, banyak pengunjung yang memilih menyewa mobil hardtop (sejenis mobil jeep) yang dikemudikan oleh masyarakat sekitar. Masyarakat sekitar berasal dari suku Tengger yang ramah dengan para pengunjung.
Sampai diatas, ada banyak toko yang menyediakan kopi atau teh hangat dan api unggun untuk menghangatkan tubuh sambil menunggu waktu tebitnya matahari. Ada pula toko yang menyewakan pakaian hangat. Menyaksikan terbitnya matahari memang merupakan peristiwa yang menarik. Buktinya, para pengunjung rela menunggu sejak pukul 5 pagi menghadap sebelah timur agar tidak kehilangan moment ini. Saya pun tidak selalu bisa melihat peristiwa ini, karena bila langit berawan, kemunculan matahari ini tidak terlihat secara jelas. Namun, saat langit cerah, dapat melihat bulatan matahari yang pertama-tama hanya sekecil pentul korek api, perlahan-lahan membesar dan akhirnya membentuk bulatan utuh dan memberi penerangan sehingga kita dapat melihat pemandangan gunung-gunung yang ada di kawasan ini. Antara lain, Gunung Bromo, Gunung Batok, atau Gunung Semeru yang merupakan gunung tertinggi di Pulau Jawa.


 


Kawah dan Lautan Pasir Bromo
Selesai menyaksikan matahari terbit, Saya dapat kembali menuruni Gunung Pananjakan dan menuju Gunung Bromo. Sinar matahari dapat membuat Saya melihat pemandangan sekitar. Ternyata Saya melewati lautan pasir yang luasnya mencapai 10 km². Daerah yang gersang yang dipenuhi pasir dan hanya ditumbuhi sedikit rumput-rumputan yang mengering. Tiupan angin, membuat pasir berterbangan dan dapat menyulitkan Anda bernafas.
Untuk mencapai kaki Gunung Bromo, Saya tidak dapat menggunakan kendaraan. Sebaliknya, Saya harus menyewa kuda dengan harga Rp 70.000,- atau bila Saya merasa kuat, Saya dapat memilih berjalan kaki. Tapi, patut diperhatikan bahwa berjalan kaki bukanlah hal yang mudah, karena sinar matahari yang terik, jarak yang jauh, debu yang berterbangan dapat membuat perjalanan semakin berat.
Sekarang, Saya harus menaiki anak tangga yang jumlahnya mencapai 250 anak tangga untuk dapat melihat kawah Gunung Bromo. Sesampainya di puncak Bromo yang tingginya 2.392 m dari permukaan laut, Saya dapat melihat kawah Gunung Bromo yang mengeluarkan asap. Saya juga dapat melayangkan pandangan Saya kebawah, dan terlihatlah lautan pasir dengan pura di tengah-tengahnya. Benar-benar pemandangan yang sangat langka dan luar biasa yang dapat kita nikmati.